Apa yang salah dari Skripsi?
Kenapa selalu jadi topik yang dihindari oleh kami, kaum-kaum yang ingin bebas berfantasi? golongan yang tidak menyukai dikekang dalam menulis?
Kenapa tidak ada yang mau mengerti bahwa kami tidak berbakat disana? Bahwa kebisaan kami karena keterpaksaan yang mendalam
Contohnya aku. Lebih baik dituntut menyelesaikan 1000 judul cerpen bahkan novel meski masing banyak tulisanku sendiri yang macet. Tapi setidaknya itu jauh lebih menyenangkan daripada menulis saja harus diatur kanan kiri, spasi, susunan, sumber, dan lain-lain yang menurutku tidak penting.
Kenapa pula harus menerima segala macam hujatan ketika bertatap muka dengan pihak D?
Bukankah tujuannya ini untuk kami belajar? Seandainya kami salah, bukankah itu wajar? namanya juga masih belajar. Kenapa bukannya memberi motivasi malah menjatuhkan?
Apa selalu "balas dendam" itu menajadi bagian yang menyenangkan bagi kalian? tidak bisakah kami dibimbing dengan penuh cinta dan kasih sayang. Beritahu kami jika kami salah dengan cara yang baik, maka pasti, pasti, dan pasti akan kami perbaiki.
Jangan salahkan kami jika kami terlalu banyak bertanya. Kami hanya ingin tahu apakah pemikiran kami benar. Mungkin kadang cara kami menyampaikan mungkin salah. Mungkin kami memang tidak bisa menjawab dengan benar, karena kami baru mengalami.
Kami masuk sudah cukup sulit dengan segala bentuk "kekejaman" senior selama berbulan-bulan. Sekarang pun kami juga merasaan "hujatan" oleh yang lebih senior berbulan-bulan.
Ajari kami jika kami tidak mengerti.
Bantu kami menyelesaikan dengan baik.
Jadikan ini kenangan manis yang selalu ingin kami ulang.
Buat ini menjadi "skripsweet".....










0 komentar:
Posting Komentar