RSS

Bad...


Bolehkah hari ini aku sedikit mengeluh? Ah aku sendiri tidak yakin bahwa ini keluhan. Mungkin lebih tepatnya kesal. Sekian lama aku dan kawan-kawan berteman. Pada fase inilah semua topeng yang menututi wajahku atau wajah mereka terlihat. Hal yang paling aku tidak sukai adalah memakai topeng. Kenapa kita harus bertopeng?  Jika hanya dengan topeng kita mendapatkan teman, maka teman yang ada akan pergi ketika topeng itu perlahan terkikis tanpa kita sadari.

Aku tidak mengalami apa yang mereka rasakan. Maksudku, aku tidak  secara langsung menjadi korban topeng orang lain. Namanya Marta. Sejak entah semester berapa, aku sering melihatnya sendirian. Menurutku, Marta memang menyebalkan. Bagiku dia orang yang menyebalkan, individualis, egois, dan tidak peka terhadap lingkungan. Yah, meski aku sendiri mungkin seperti itu, tapi bagiku kekita kita terlalu egois dan individualis maka hidup ini tidak akan berwarna. 

Kalian boleh menyebut ini semacam kumpulan kekesalan atau mungkin bisa kalian sebut kebencian. Meski menurutku kebencian bukan deskripsi yang tepat. Di semester awal, Marta sering bermain dengan kami. Belajar bersama kami. Harus aku akui dia memang pintar. Tapi makin kebelakang semuanya tidak seindah dulu. Marta mulai menjadi bossy dan seenaknya sendiri. Menjadi sok paling pintar. Dan satu persatu yang dulu pernah dekat dengannya lama-lama menjauh.

Bukan karena kami tidak pernah menegurnya, mengajaknya berbicara dari hati ke hati, dan memberikan penjelasan dampak atas sikapnya. Karena kami sudah lelah dan menyerah berusaha. Ketika kami berusaha, ya dia akan berubah, namun mungkin satu atau dua hari kemudian akan kembali seperti dulu. Dan beginilah sekarang, menyerah untuk batas waktu yang tidak ditentukan.

Tidak banyak orang diantara kami yang lantang mengatakan kekesalan kepadanya seperti aku. Aku salah satu orang yang berkata lugas dan pedas kepadanya. Well, aku tidak akan begitu jika kata-kata halus atau sindiran masih berguna. 

Pada puncaknya adalah saat ini. Ketika kelompok kerja Marta sepakat untuk menunggu Aida mengikuti salah satu tes persyaratan untuk wisuda. Aku memang tidak satu kelompok dengan Marta. Tapi rasanya menyakitkan ketika kita sudah sepakat dan mengiyakan semuanya, kemudian kita sendiri yang mengingkari. Bagaimana dengan yang lain?

Perjalanan kelompok kerja masih berjalan 1 bulan, itu artinya mereka akan terus bersama selama 12 bulan kemudian. Menurutku kenyamanan kerja itu akan hilang. Dan aku mulai melihat tanda-tanda itu dikelompok mereka.

Hari ini, 17 juli 2014, aku bertanya kepada Marta kenapa dia mendahului teman-teman kelompoknya.
Dia bilang karena orang tuanya yang menyuruh
Dia bilang orang tuanya berkata jika ada kesempatan maka segerakan
Dia bilang kompak boleh tapi lihat situasi
Dan bla bla bla yang lain yang sudah tidak begitu aku dengarkan.
Aku jahat ya? Memang...
Dan pada kalimat terakhirnya yang sangat menusuk hatiku sampai malam  hari ini
“ toh, yang bayar biayanya kan aku”

SHIT!

Apa itu arti kebersamaan baginya?
Mereka sudah berbagi suka duka selama ini.
Mereka meluangkan waktu untuk mengkhawatirkan Marta jika pulang larut.
Apa hanya sedangkal itu pikirannya?
Apa dia tidak bisa membayangkan bagaimana bahagianya merayakan kelulusan bersama?
Apa dia tidak bisa megerti bahwa yang lain mungkin juga ingin segera merayakannya namun karena kasih sayang satu sama lain mereka memutuskan untuk jalan bersama-sama?
Bagi kalian mungkin ini berlebihan. Tapi bagiku ini tidak begitu. Bagi kalian yang mengalami kekesalan menahun akan mengerti.

Salah satu Ciri-ciri orang munafik : “Jika berjanji dia mengingkari”
Semoga Kawanmu yang lain diberi kesabaran dan kekuatan menghadapi sikapmu.....

Malang, 17 Juli 2014
Sinetha Mongli

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar